FAM TRIP

Cirebon Jawa Barat merupakan daerah yang memiliki perkembangan sangat pesat dalam bidang pariwisata salah satu penyebabnya dengan terbukanya jalur transportasi dan kekayaan budaya, sejarah, hasil home industri dan lain-lain. Pada acara ini akan dilengkapi dengan acara Fam Trip untuk seluruh peserta dengan memperkenalkan:

1. Nadran (Wisata Budaya)

Tradisi Nadran Sebagai Adat Budaya Cirebon yang Sudah Di Kenal Dunia. Cirebon yang merupakan kota yang terletak di pesesir pantai laut jawa menyimpan tradisi dan budaya yang sampai sekarang masih bertahan dan terjaga. Tradisi Nadran, yang merupakan warisan turun temurun masyarakat Cirebon sebagai bentuk rasa syukur masyarakat terutama yang berprofesi sebagai nelayan di pantai utara laut jawa.
Tradisi nadran biasanya diawali dengan arak-arakan mulai dari jalan sepanjang kawasan pemakaman Gunung Jati Cirebon, sampai menuju ke laut yang berada di dekat kawasan tersebut. Tradisi ini biasanya diselenggarakan antara bulan September – Desember sehingga untuk para wisatawan lokal maupun manca negara bisa menyaksikan tradisi Nadran pada bulan-bulan tersebut.
Pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai macam model kendaraan maupun kapal nelayan yang sudah dihiasi berbagai pernak-pernik yang sesuai dengan ciri khas Nadran, seperti naga laut, Buaya, dan binatang laut lainnya. Semaraknya perayaan tradisi Nadran ini merupakan daya tarik Cirebon terhadap kunjungan wisata di Cirebon.

2. Ziarah Makan Sunan Gunung Jati (Wisata Religi)

Makam Sunan Gunung Jati berada di sebuah kompleks pemakaman yang terletak di atas lahan seluas lima hektare, dan dibagi menjadi dua kompleks makam. Kompleks utamanya adalah kompleks tempat makam Sunan Gunung Jati berada, yaitu di Gunung Sembung, yang memuat sekitar 500 makam. Di lokasi ini, terdapat juga makam istri Sunan Gunung Jati, yaitu Putri Ong Tien Nio (Nyi Ratu Rara Semanding) yang berasal dari negeri China. Putri Ong Tien Nio merupakan puteri Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming. Jadi tidak heran jika begitu banyak keramik yang menghiasi kompleks pemakaman ini.
Saat berkunjung ke kompleks Makan Sunan Gunang Jati, setiap pengunjung harus melepas alas kaki, mengisi buku tamu, dan diharapkan memberikan sumbangan sukarela kepada juru kunci yang merawat kompleks pemakaman ini.

3. Wisata Kuliner
4. Wisata Belanja